Lahirnya PMDSU

Direktorat Jenderal Sumber Daya Ilmu Pengetahuan, Teknologi dan Pendidikan Tinggi, Kemristekdikti melalui Direktorat Kualifikasi Sumber Daya Manusia menyelenggarakan Program Beasiswa Pendidikan Magister menuju Doktor untuk Sarjana Unggul (PMDSU). Program yang dilaksanakan sejak tahun 2013 merupakan salah satu terbosan untuk percepatan laju pendidikan doktor dalam rangka meningkatkan jumlah lulusan doktor sehingga memenuhi kualifikasi pendidikan dosen minimal S2. Melalui program ini, para sarjana unggul diharapkan dapat dididik/dibina menjadi Doktor dalam suasana akademik yang sehat di bawah bimbingan promotor yang cemerlang baik berdasarkan rekam jejak penelitian maupun pendidikan. Program ini diharapkan dapat menjadi salah satu moda dalam pemberian beasiswa pendidikan pascasarjana dan pembiayaan penelitian pada program pendidikan pascasarjana di masa mendatang.

Perjalanan PMDSU

Sejak tahun 2013, Direktorat Pendidik dan Tenaga Kependidikan, Kemdiknas sekarang Ditjen Sumber Daya Iptek dan Dikti, Kemristekdikti menyelenggarakan Beasiswa PDMDSU. Penyelenggaraan Beasiswa PMDSU angkatan pertama (PMDSU batch I) diikuti oleh sebanyak 57 orang mahasiwa PMDSU dan dibimbing oleh 27 orang promotor handal yang tersebar di 6 perguruan tinggi negeri. Adapun perguruan tinggi penyelenggara Program PMDSU batch I yaitu Institut Pertanian Bogor, Institut Teknologi Bandung, Institut Teknologi Sepuluh Nopember, Universitas Andalas, Universitas Gadjah Mada dan Universitas Indonesia. Hingga saat ini PMDSU telah berjalan sampai dengan Batch IV. Jumlah penerima masing-masing Batch disajikan dalam infografis dibawah ini.

BATCH I
BATCH II
BATCH III
BATCH IV

Anda Selanjutnya?

Beasiswa program Pendidikan Magister Menuju Doktor untuk Sarjana Unggul (PMDSU) adalah beasiswa program percepatan pendidikan yang diberikan kepada lulusan Sarjana yang memenuhi kualifikasi untuk menjadi seorang Doktor dengan masa pendidikan selama 4 (empat) tahun yang dibimbing oleh Promotor handal Tanah Air. Peserta PMDSU ini dituntut untuk dapat menghasilkan minimal 2 buah publikasi hasil riset di Jurnal Internasional.